Kebanyakan Masyarakat KSB yang memiliki kerbau pada zaman dahulu sering
memerah susu kerbaunya untuk di jadikan makanan atau minuman.salah satu
olahan susu kerbau tersebut adalah dengan dimasak dan dicampur dengan
garam kemudian digunakan sebagai lauk atau pendamping nasi. Seiring
berjalannya waktu dan perubahan selera, masyarakat KSB menginovasi susu
kerbau yang dulunya hanya di campur dengan garam kemudian campurannya di
ganti dengan air gula jawa sehingga disebut PALOPO yang kemudian
berganti fungsi sebagai desert atau makanan penutup
KANDUNGAN SUSU KERBAU
Susu kerbau sebagai bahan baku dari palopo ternyaata memiliki kandungan
gizi yang cukup tinggi. Disebabkan karena potensi dan kandungan gizinya
yng sangat besar,susu kerbau dijuluki sebagai Emas Putih. Jika dilihat
dari komposisi nilai gizi yang terdapat di dalamnya,susu kerbau tidak
kalah dengan susu asal ternak ruminansia lainnya. Bahkan kandungan
protein dan lemaknya sangat tinggi yaitu 5,5-10,5% dua kali lipat dari
susu lain.
Apabila di Sumatera Barat dikenal dadih,yaitu susu kerbau dengan proses fermentasi alami setelah diperah susu kerbau langsung dimasukkan ke dalam sepotong bambu segar ditutup dengan daun pisang selanjutnya didiamkan atau difermentasi dalam suhu ruang selama satu sampai dua hari hingga terbentuknya gumpalan. Sama halnya dengan dadih, Palopo juga mengalami proses fermentasi alami dengan media terung kecil berwarna kuning (taliwang;terung para’).
Selanjutnya didiamkan selama beberapa jam sampai menggumpal menjaadi sejenis puding dan dikukus dalam mangkuk yang sebelumnya telah diisi air gula jawa yang telah dilelehkan. Susu yang mengalami proses fermentasi menurut beberapa ahli gizi mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi penderita sakit jantung.
Apabila di Sumatera Barat dikenal dadih,yaitu susu kerbau dengan proses fermentasi alami setelah diperah susu kerbau langsung dimasukkan ke dalam sepotong bambu segar ditutup dengan daun pisang selanjutnya didiamkan atau difermentasi dalam suhu ruang selama satu sampai dua hari hingga terbentuknya gumpalan. Sama halnya dengan dadih, Palopo juga mengalami proses fermentasi alami dengan media terung kecil berwarna kuning (taliwang;terung para’).
Selanjutnya didiamkan selama beberapa jam sampai menggumpal menjaadi sejenis puding dan dikukus dalam mangkuk yang sebelumnya telah diisi air gula jawa yang telah dilelehkan. Susu yang mengalami proses fermentasi menurut beberapa ahli gizi mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi penderita sakit jantung.
Sumber: http://palopothaliankksb.blogspot.co.id/
No comments:
Post a Comment