Saturday, July 7, 2018

MAKALAH TENTANG ANALISIS PENCAHAYAAN DAN BUNYI DI DALAM STADION ( TUGAS FKM)

BAB 1 PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang

Bunyi
     Bunyi adalah perubahan tekanan yang dapat di deteksi oleh telinga atau kemperesi mekanical atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair padat, dan gas.

     Kebanyakkan suara merupakan gabungan berbagai sinyal tetpi bsuara murni secara teoritis dapat di jelaskan dengan kecepatan frekuensi dan diukur dalam Henz ( Hz ). Dan amplitude atau Kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel,manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi,yaitu getran udara atau medium lain,sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat di dengar oleh telinga manusia kira kira 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam  kurva responya. Suara diatas 20 kHz disebut Ultrasonic dan di bawah 20Hz disebut infrasonik.

      Tolak ukur yang dapat di terima oleh seseorang dalam mendengar suatu sumber adalah dari segi kenyaringan,tingginya dan nada suara yang dipancarkan. Tolak ukur ini menyatakan mutu sensorial dari suara sebagai ukuruan fisik dari kenyaringan ada amplitudo dan tingkat tekanan suara . untuk tingginya suara adalah frekuensi. Tentang nada,ada sejumlah besar ukuran fisik. Kecendrungan pada masa sekarang adalah menggabungkan beberapa sifat dari suara termasuk tingginya nyaringnya dan distribusi spektral sebagai nada.

PENCAHAYAAN
       Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yangaman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. Pencahayaan yang baikmemungkinkan orang dapat melihat objek-objek yang dikerjakannya secara jelas dan cepat.
          Menurut sumbernya, pencahayaan dapat dibagi menjadi :
1.     Pencahayaan alami
Pencahayaan alami adalah sumber pencahayaan yang berasal dari sinar matahari. Sinar alami mempunyai banyak keuntungan, selain menghemat energi listrik.
Sumber pencahayaan alami kadang dirasa kurang efektif dibanding dengan penggunaanpencahayaan buatan, selain karena intensitas cahaya yang tidak tetap, sumber alamimenghasilkan panas terutama saat siang hari. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan agarpenggunaan sinar alami mendapat keuntungan, yaitu:
- Variasi intensitas cahaya matahari
- Distribusi dari terangnya cahaya
- Efek dari lokasi, pemantulan cahaya, jarak antar bangunan
2. Pencahayaan buatan

     Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang dihasilkan oleh sumber cahaya selain cahaya alami. Pencahayaan buatan sangat diperlukan apabila posisi ruangan sulit dicapaioleh pencahayaan alami atau saat pencahayaan alami tidak mencukupi. Fungsi pokok pencahayaan buatan baik yang diterapkan secara tersendiri maupun yang dikombinasikan dengan pencahayaan alami adalah sebagai berikut:

- Menciptakan lingkungan yang memungkinkan penghuni melihat secara detail serta
  terlaksananya tugas serta kegiatan visual secara mudah dan tepat
- Memungkinkan penghuni berjalan dan bergerak secara mudah dan aman
- Tidak menimbukan pertambahan suhu udara yang berlebihan pada tempat kerja
- Memberikan pencahayaan dengan intensitas yang tetap menyebar secara merata, tidak
  berkedip, tidak menyilaukan, dan tidak menimbulkan bayang-bayang.
- Meningkatkan lingkungan visual yang nyaman dan meningkatkan prestasi.
B. Rumusan Masalah
  -    Bagaimana Menganalisis pencahayaan dan bunyi yang terjadi di dalam stadion
C. Tujuan
   Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai kajian mahasiswa Untuk menganalisis pencahayaan dan bunyi yang terjadi didalam suatu stadion sepak bola dan juga untuk mengetahui cara mengatasi permasalahan nya
D. Manfaat
      Memberikan informasi Bagi pembaca agar bisa mengetahui cara mengatasi permasalahan yang terjadi pada sistem pencahayaan dan juga bunyi yang di hasil di dalam stadion bisa terpantulkan sesuai dengan apa yang diharapkan.


BAB 2 : PEMBAHASAAN
       Kelelahan pada mata pemain ataupun penononton yang ada didalam stadion akan meningkat apabila tingkat cahaya di dalam stadion tidak sesuai. Hal tersebut dapat mengakibatkan pemainmengalami ketegangan pada matanya, sehingga mempengaruhi fisiknya, dan berdampak terhadap penurunan kualitas dari fisik pemain dan mengakibatkan kinerja pemain menurun. Oleh karena itu, sistem pencahayaan yang efektif harus memperhitungkan kualitas dan kuantitas cahaya yang sesuai dengan besarnya stadion karena itu mutlak sangat penting bagi semua pemain yang ada di dalam stadion.

      Keseimbangan cahaya sangat penting. Pencahayaan di lingkungan Stadion baru disebut efektif apabila pemain merasa nyaman secara visual akibat pencahayaan yang seimbang. Garris dalam Sukoco (2007) memberikan aturan umum bahwa tingkat pencahayaan pada area stadion yang dibebankan kepada pemain sebaiknya 10 hingga 30 kali pencahayaan sekitar, 50 kali lebih terang dibandingkan secara keseluruhan, dan 70 kali lebih terang dari lingkungan Stadion.
      Adapun jenis-jenis penerangan itu sendiri dibagi menjadi:
A   Penerangan alami
   Cahaya diperoleh dari sinar matahari pada siang hari sebagai ukurannya adalah faktor cahaya siang hari atau faktor langit terang. Faktor cahaya siang  hari adalah perbandingan kuat penerangan (lux) pada satu titik didalam ruangan pada bidang kerja dengan kuat penerangan dilapangan terbuka (biasanya 3000 lux atau 5000 lux). Sedangkan faktor langit terang adalah perbandingan antara kuat penerangan  langsung disuatu titik pada bidang kerja dalam ruangan dengan kuat penerangan di lapangan terbuka dari langit cerah.
B.  Penerangan buatan
   Penerangan buatan ini sering digunakan untuk penerangan dimana penerngan alami tidak dominan, seperti pada malam hari, ruang tertutup,ruang fungsi khusus dan lain-lain. Pelaksanaannya tertumpu pada daya listrik (bukan dari energi matahari).
           Penerangan yang baik adalah apabila cahaya penerangan yang cukup dan memancar dengan tepat dan memungkinkan seseorang melihat pekerjaannya dengan teliti, cepat, lebih sedikit membuat kesalahan, mata tidak cepat lelah, serta mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenagkan. Dan untuk mencegah kelelahan mental oleh upaya mata yang berlebihan, perlu diusahakan perbaikan kontras, meningkatkan atau meninggikan penerangan.
        Didalam suatu stadion penempatan Lampu harus benar-benar sangat mutlak di perhatikan karena sangat penting dalam suatu pertandingan ,selain itu juga pencahayaan yang kurang baik akan mengakibatkan pemain kelelahan mental oleh upaya mata yang berlebihan sehingga menurunkan kualitas fisik dari pemain tersebut. Oleh karna itu penempatan Lampu di stadion harus sejajar,dan membentuk sudut sesuai dengan besarnya suatu stadion. Selain itu juga untuk mendapatkan pencahayaan yang baik maka lampu stadion harus dibuatkn tower yang lebih tinggi agar pantulan cahaya yang dihasilkan oleh lampu tersebut bisa merata dari semua sudut stadion. Contohnya stadion Mandala Krida yang ada di kota Yogyakarta, penempatan lampunya yaitu memebentuk kotak dan sejajar selain itu juga ketinggian penempatan lampu nya  harus sangat di perhatikan karena apabila penempatan lampu nya tidak di perhatikan maka pencahayaan yang ada di stadion tersebut tidak akan merata. Selain itu juga kualitas lampu yang ada di stadion tersebut harus dirawat minimal 2 minggu sekali agar lampu stadion tersebut bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.

        Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Sistem pencahayaan diruangan, termasuk di tempat kerja dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu:
1. Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting)
    Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu diterangi.Sistem ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal, disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan

2. Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting)
    Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dengan sistem ini kelemahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-langit dan dinding yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%, sedangkan apabila dicat putiheffisien pemantulan antara 5-90%

3. Sistem Pencahayaan Difus (general diffus lighting)
    Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu disinari,sedangkan sisanya dipantulka ke langit-langit dan dindng. Dalam pencahayaan sistem ini termasuk sistemdirect-indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui.

4. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting)
    Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas,sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk hasil yang optimal disarankan langit langit perlu diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini masalah bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.

5. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting)
     Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh stadion. Agar seluruh langit-langit dapat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan kerugiannya mengurangi effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan stadion.

      Suatu gelombang suara memancar dengan kecepatan suara dengan gerakan seperti gelombang. Jarak antara dua titik geografis (yaitu dua titik di antara mana tekanan suara maksimum dari suatu suara murni dihasilkan) yang dipisahkan hanya oleh satu periode dan yang menunjukkan tekanan suara yang sama dinamakan ‘gelombang suara’, yang dinyatakan sebagai l(m). Apabila tekanan suara pada titik sembarangan berubah secara periodik, jumlah berapa kali di mana naik-turunnya periodik ini berulang dalam satu detik dinamakan ‘frekuensi’, yang dinyatakan sebagai f(Hertz/Hz, lihat gambar gelombang sinusoidal). Suara-suara ber-frekuensi tinggi adalah suara tinggi, dan yang ber-frekuensi rendah adalah suara rendah. Hubungan antara kecepatan suara c (m/s), gelombang l dan frekuensi f dinyatakan sebagai berikut : C = f x lPanjang gelombang dari suara yang dapat didengar adalah beberapa sentimeter dan sekitar 20m. Kebanyakan dari objek di lingkungan kita ada dalam lingkup ini. Mutu suara dipengaruhi oleh kasarnya permukaan-permukaan yang memantulkan suara, tingginya pagar-pagar dan faktor-faktor lainnya, akan berbeda sebagai perbandingan dari panjang gelombang terhadap dimensi objek. 
Dari gambar garis bentuk kenyaringan dari tes (hearing) psikiatris ini bahwa batas perbedaan suara yang bisa terdengar oleh rata-rata orang adalah 20-20.000Hz tetapi bisa terdengarnya tergantung pada frekuensi. Kurva menggunakan 1000Hz dan 40dB sebagai referensi untuk suara murni dan mem-plot suara referensi ini dengan tingkat-tingkat yang bisa terdengar dari kenyaringan yang sama pada berbagai frekuensi. 
      
       Didalam suatu stadion penempatan sound audio sangat mutlak di perhatikan karena untuk menghasilkan suara yang bisa didengar oleh seluruh orang yang ada di dalam stadion. Selain itu juga alat yang digunakan juga harus yang kualitas yang sesuai standar agar suara yang di hasilkan lebih bagus. Penempatan sound audion di dalam suatu stadion juga perlu di perhatikan karena akan berpengaruh terhadap suara yang di timbulkan. Didalam stadion sound audio nya harus di tempatkan pada setiap pada ujung stadion, tengah dan ujung sisi sebaliknya. Maksud dari penempatan tersebut ialah agar suara yang di hasilkan di memantul ke atas di bawah oleh angin. Sehingga orang di dalam stadion bisa mendengarkan suara yang dihasilkan oleh sound audio tersebut.
     
       Decibel (dB) adalah ukuran energi bunyi atau kuantitas yang dipergunakan sebagai unit-unit tingkat tekanan suara berbobot A. Yang dilakukan untuk mensederhanakan plot-plot multipel seperti pada gambar dan untuk secara kira-kira menyebandingkan kuantitas logaritmik dari stimulus untuk stimulus akustik yang diterima telinga manusia dari luar.Untuk menilai kebisingan diperlukan untuk menghitung tambahnya atau kurangnya tingkat tekanan suara berbobot A rata-ratanya dan sebagainya.
       Pengaruh dan akibat kebisingan Meskipun pengaruh suara banyak kaitannya dengan faktor-faktor psikologis dan emosional, ada kasus-kasus dimana akibat-akibat serius seperti kehilangan pendengaran terjadi karena tingginya tingkat kenyaringan suara pada tingkat tekanan suara berbobot A dan karena lamanya telinga terpajan terhadap kebisingan itu. 
  
BAB III : PENUTUP

KESIMPULAN
     Pencahayaan yang baik sangat mutlak di perlukan didalam suatu stadion karena pencahayaan adalah faktor penting, karena pencahayaan yang kurang baik akan menimbulkan kondisi fisik yang kurang baik bagi pemain sebab minimnya cahaya selain itu juga membuat para pemain tidak bersemangat untuk bermain.

SARAN
      Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut, maka penulis dapat memberikan saran bahwa para pengurus stadion harus lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang ada di dalam stadion sebab  pencahayaan di dalam suatu stadion sangat penting dalam suatu pertandingan dan juga sangat penting untuk kesehatan pemain.

Daftar Pustaka
Soeprihanto, John. 1988. Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dan Pembangunan suatu stadion, Yogyakarta.
Robbin, Stephen ,P Prinsip-Prinsip dalam membangun suatu stadion yang baik , 1999, Jakarta

Pengertian PD3I ( KESEHATAN MASYARAKAT )

Pendapat kita tentang PD3I?
 
Menurut Kami adalah salah satu program Nasional yang indikator keberhasilannya tergantung dari kabupaten/kota untuk menggerahkan desa-desanya agar dapat mencapai UCI (Universal Child Immunization) yaitu cakupan imunisasi harus mencapai diatas 80% dari seluruh sasaran populasinya.Selain itu dengan juga Penyakit yang dapat di cegah tersebut adalah TBC, Tetanus, Diptheri, Pertusis, Polio, Campak dan Hepatitis B. Penyakit ini disamping dapat menimbulkan kematian, kesakitan juga kecatatan, bahkan apabila tidak ditangani secara maksimal dapat menular dan mengakibat kejadian luar biasa (KLB). Salah satunya upaya pencegahan yang menyeluruh hanya dengan pemberian imunisasi

 Imunisasi suatu upaya preventif yang paling ampuh dalam pencegahan penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Dengan  memberikan imunisasi akan membangun kekebalan tubuh sehingga memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit menular. Untuk pencegahan penyakit menular pada bayi dan balita, berikanlah imunisasi lengkap karena dalam waktu 4 – 6  minggu setelah imunisasi akan timbul antibodi spesifik yang efektif mencegah penularan penyakit. Para bayi dan balita yang telah diberikan imunisasi memiliki perlindungan tidak mudah tertular dan menularkan penyakit pada bayi dan balita lain. Hal ini mampu mencegah terjadi wabah dan kematian yang disebabkan oleh penyakit menular.tetapi Sebagian kecil masyarakat di Indonesia masih memiliki persepsi yang berbeda-beda dalam memahami pentingnya imunisasi. Beberapa masyarakat yang memiliki persepsi berbeda merasakan kekhawatiran jika anaknya akan mengalami sakit jika diberikan imunisasi. Persepsi tersebut dijelaskan bahwa vaksin yang diberikan telah melalui suatu penelitian sangat panjang sekitar 15 tahun, mulai dari tahapan pembuatan seed vaksin (bibit vaksin) sampai vaksin dapat digunakan. Keamanan vaksin memiliki kualitas yang sangat baik, karena proses pembuatan dilakukan secara bertahap dengan proses yang sangat rumit mulai dari kegiatan uji klinik yang sangat ketat, uji di laboratorium, animal testing, dan pengujian tingkat keamanan terhadap manusia. Proses uji coba ini dikenal dengan uji klinik phase satu, dua dan tiga. Jika proses tersebut telah selesai, kemudian izin edar dari Badan POM telah keluar barulah vaksin bisa dipergunakan.

Jadi menurut kami PD3I adalah cara yang akurat untuk membebaskan anak balita indonesia dari ancaman penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kurangnya berfungsi system imun atau system kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.


Solusi yang harus diterapkan oleh sarjana kesehatan masyarakat tentang PD3I?

Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan bagi masyarakat melalui pembangunan kesehatan dengan perencanaan terpadu. Pembangunan kesehatan di Indonesia memiliki beban ganda (double burden), dimana penyakit menular masih masalah karena tidak mengenal batas wilayah administrasi sehingga tidaklah mudah untuk memberantasnya. Dengan tersedianya vaksin mampu mencegah penyakit menular sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan efisien.

Pemberian vaksin melalui program imunisasi merupakan salah satu strategi pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat. Program imunisasi mengacu kepada konsep Paradigma Sehat, dimana prioritas utama dalam pembangunan kesehatan yaitu upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.


Menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan bahwa program imunisasi sebagai salah satu upaya pemberantasan penyakit menular. Upaya imunisasi telah diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. Upaya ini merupakan upaya kesehatan yang terbukti paling cost effective. Mulai tahun 1977, upaya imunisasi dikembangkan menjadi Program Pengembangan Imunisasi dalam rangka pencegahan penularan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), yaitu tuberculosis, difteri, pertusis, campak, polio, tetanus dan hepatitis B.

MAKALAH TENTANG SANITASI TEMPAT UMUM PANTAI

A.    Tujuan
1.      Mahasiswa mengetahui persyaratan sanitasi pada suatu tempat hiburan
2.      Mahasiswa dapat menilai kualitas sanitasi suatu tempat hiburan

B.     Dasar Teori
     Pengertian sanitasi adalah sesuatu cara untuk mencegah berjangkitnya suatu penyakit menular dengan jalan memutuskan mata rantai dari sumber. Sanitasi merupakan usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada penguasaan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan (Azwar,1990).
    Sanitasi lingkungan bertujuan untuk mencegah diri sendiri maupun lingkungan untuk bersentuhan langsung dengan kotoran atau bahan buangan/limbah lainnya. Ini berarti bahwa sanitasi lingkungan adalah segala sesuatu yang merupakan upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan kita. Misalnya membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengolahan sampah dengan baik. Dengan ini sampah tidak menumpuk di sekitar tempat kita tinggal dan menjadi masalah baru yang berdampak negatif terhadap kesehatan orang-orang di lingkungan kita.
      Pantai Depok adalah sebuah pantai yang terletak di selatan kota Bantul, Yogyakarta dan berada di sebelah barat pantai yang sudah terlebih dahulu dikenal masyarakat luas yaitu pantai Parangtritis,( Rasimunway,2013). Beberapa dari kawasan pantai tersebut digunakan untuk kegiatan pariwisata, dan berkembang pesat menjadi kawasan padat dengan berbagai aktivitas seperti hotel, pondok wisata, restoran, rumah makan, bar dan sarana penunjang kegiatan pariwisata lainnya.

      Peningkatan aktivitas masyarakat dapat menimbulkan pencemaran, menganggu keseimbangan dan kelestarian pesisir dan laut. Laut sama dengan ekosistem lainnya memiliki daya homeostatis yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan dan merupakan ekosisitem perairan yang memiliki daya dukung (carrying capacity) untuk memurnikan diri (self purification) dari segala gangguan yang masuk ke dalam badan-badan perairan tersebut,( Ary,2005). Pada kenyataanya, perairan pesisir merupakan penampungan (storage system) akhir segalajenis limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (Dahuri, 2001). Laut menerima bahan-bahan yang terbawa oleh air dari pengunjung pariwisata baik berupa sampah oerganik maupun anorganik dan masih banyak lagi bahan yang terbuang ke laut (Darmono, 2001). Jika beban yang diterima oleh perairan telah melampaui daya dukungnya maka kualitas air akan turun dan ini menjadi permasalahan akan kualitas sanitasi di tempat pariwisata tersebut,(Sundra,2006).

C.    Metode
1.Observasi
2. Wawancara

D.    Cara Kerja
1.      Mahasiswa melakukan kunjungan kesuatu tempat hiburan atau wisata
2.      Mahasiswa melakukan observasi tentang kondisi sanitasi di tempat hiburan atau wisata
3.      Mahasiswa melakukan wawancarauntuk melengkapidan menguatkan hasil observasi
4.      Mahasiswa membuat penilaian tentang kondisi sanitasi tempat hiburan

E.     Tabel Observasi / Pengamatan
NO
Item Pengamatan
Kriteria
Keterangan
1
Persyaratan air bersih

Kondisi air
Masih kurang bersiih



Persedian air
Cukup baik
2
Pembuangan sampah
Ketersediaan bak sampah
sementara
Ada



Kondisi Bak Sampah
Cukup baik


Pengambilan sampah dari
Bak sampah
Jarang
3
Pembuangan kotoran
Manusia
Ada tanda KM untuk wanita dan pria
Ada



Kondisi Kamar Mandi
Cukup baik
4
Pembuangan air limbah

Saluran pembuangan air
Ada


Muara pembuangan
Limbah
Ada
5
Persyaratan hyegene atau sanitasi makanan dan minuman yang terdapat di kantin dan restoran
Kondisi makanan ( kesegaran, kebersihan, dan pengemasan

Cuku Baik


Penyediaan tempat pembuangan sampah
Ada Tapi belum memadai


Kebersihan tempat berjualan
Masih kurang


Kondisi pencucian piring dan gelas
Masih kurang


Kondisi air yang di gunakan
Masih kurang
6
Surat izin pendirian
Ada izin pemerintah daerah
Ada


Letak sesuai perencanaan daerah setempat
Ya


Mudah di capai oleh kendaran
Ya
7
Tempat parkir
Terjangkau Aman dan penerangan nya cukup
Ya


F.     Pembahasan

     Dari hasil pengamatan yang dilakukan di pantai depok bahwa kualitas sanitasi yang ada di pantai tersebut masih kurang,hal ini di dukung dengan masih belum lengkapnya fasilitas seperti sarana tempat pembuangan sampah dan juga masih kurang nya partisipasi pengunjung wisata pantai dengan masih adanya pengunjung yang membuang sampah sembarangan, sehingga dampak yang timbul yaitu sarang penyakit, polusi pada air dan tanah, kerusakan dan membahayakan lingkungan dan berdampak bagi pariwisata. Selain itu juga fasilitas lain nya yaitu seperti kamar mandi,kualitas air dan saluran pembuangan limbah nya masih belum memenuhi syarat. Hal ini musti menjadi permasalahan yang penting bagi pemerintah daerah untuk bagaimana menjadikan pantai depok menjadi pantai yang memenuhi syarat dari segi aspek kesehatan dan lingkungannya. Pantai depok ialah salah satu wisata yang banyak di datangi oleh pengunjung pada saat hari libur. Aktivitas dari pengunjung dipantai tersebut yang sangat padat banyak menghasilkan sampah baik seperti sampah botol,tas plastik,dan lain-lain yang sulit untuk di uraikan dan bahkan sampah tersebut dibuang kelaut. Jadi Secara keseluruhan komposisi sampah yang dihasilkan berbagai aktivitas pengunjung di pantai depok tersebut,yaitu non organik lebih tinggi dari sampah organik yang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengurainya.

     Pantai depok juga memiliki kuliker seefood yang sangat terkenal dikalangan pengunjung karena di pantai depok juga tersedia pasar ikan yaitu tempat para pengujung bebas membeli ikan yang ingin dimakan. Tetapi Persyaratan hyegene atau sanitasi makanan dan minuman yang terdapat di restoran masih belum memenuhi syarat hal ini dapat dilihat dari Penyediaan tempat pembuangan sampah masih belum tersedia atau memadai, Kebersihan tempat berjualan juga masih belum optimal, Kondisi pencucian piring dan gelas masih belum bersih atau masih kurang,dan Kondisi air yang di gunakan untuk memasak masih menggunakan air sumur yang mungkin kadar dari bakteri nya tinggi.dari asfek-asfek diatas hal ini menjadi permasalahan yang sangat perlu ditangani dengan segera karena akan berdampak buruk bagi kesehatan.

   Persepsi masyarakat di pantai depok yang paling banyak tentang pencemaran yaitu menyebabkan timbulnya sarang penyakit, polusi pada air dan tanah, kerusakan dan membahayakan lingkungan dan berdampak bagi pariwisata. Penyebab paling dominan pencemaran yaitu kurangnya kesadaran bersama baik pengunjung maupun masyarakat disana akan kebersihan lingkungan. Dampak limbah cair dan padat terhadap lingkungan, yaitu berkembangnya bibit penyakit, menimbulkan bau, polusi udara. Sedangkan dampak limbah cair dan padat terhadap manusia paling dominan mengganggu kesehatan dan menimbulkan penyakit.

    Upaya pelestarian lingkungan khususnya di kawasan pesisir dan laut di pantai depok secara rutin dan berkala adalah salah satu tindakan yang harus dilakukan oleh pemerintah dan berbagai aktivitas pengunjung wisata di pantai depok, harus di dukung dengan berbagai fasilitas yang optimal. Selain itu juga Diperlukan strategi dan langkah-langkah peningkatan upaya pelestarian lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan sebagai berikut. Pengelolaan limbah cair secara  komunal/terpadu, penanganan sampah dengan metode 3R dan penyebaran fasilitas pengelolaan limbah. Melakukan audit lingkungan, evaluasi terhadap kualitas air limbah dan meningkatkan pengawasan pemantauan terhadap sumber pencemar. Pemberdayaan masyarakat di pantai depok sebagai fungsi kontrol, melakukan sosialisasi dan penegakan hukum yang tegas.


G.    Kesimpulan dan Saran
1.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dipantai depok kabupaten bantul dari segi kualitas sanitasinya yaitu masih kurang hal terlihat dari berbagai sarana dan prasarana yang menunjuang area wisata tentang kebersihan masih belum optimal seperti masih kurangnya tempat samapah,kualitas air bersihnya masih kurang serta sanitasi dari hygine sanitasi makanan dan minumannya masih belum optimal sehingga masih perlu perbaikan agar kualitas sanitasi di pantai depok tersebut lebih baik lagi. Selain itu juga Diperlukan strategi dan langkah-langkah peningkatan upaya pelestarian lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan sebagai berikut. Pengelolaan limbah cair secara komunal/terpadu, penanganan sampah dengan metode 3R dan penyebaran fasilitas pengelolaan limbah

2.      Saran
-          PEMDA dan masyarakat di pantai depok sebaiknya melakukan upaya pengelolaan limbah secara terpadu, melakukan koordinasi antar daerah, peningkatan pengawasan dan pemantauan secara rutin, penataan pembangunan sesuai RDTR, tindakan tegas berupa sanksi dan denda bagi pelanggar yang merusak lingkungan sehingga pantai dapat digunakan sesuai peruntukannya dan berkelanjutan.
-          Perlu upaya peningkatan kesadaran masyarakat di pantai depok melalui sosialisasi/penyuluhan, pendidikan dasar, kursus, seminar dan pelatihan keterampilan agar sampah-sampah dipantai bisa diolah dengan baik.

H.    Daftar Pustaka

Ary, I.A. D.P. 2005. Pengaruh Alih Fungsi Lahan Sempadan Pantai Terhadap Karakteristik dan Keaneka Ragaman Flora dan Fauna di Kawasan Pantai Berawa, Kuta dan Kedonganan. Pascasarjana Ilmu Lingkungan. Udayana. Denpasar.

Azwar, Azrul. (1990). Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Mutiara

Dahuri, R. Jacub, R. Sapta, P.G dan J, Sitepu. 2001Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu.Pradnya Paramita. Jakarta

Darmono. 2001 Lingkungan Hidup dan Pencemaran Hubungannya dengan Toksikologi Senyawa Logam. Universitas Indonesia. Jakarta.

diakses hari selasa 06 januari 2015 pukul 23.14

Sundra, I.K, 2006. Kualitas Air Bawah Tanah di Wilayah Pesisir Kabupaten Badung. Jurnal Ecotropic. ISSN 1907-5626. Volume 1. Nomor 2. Unud. Denpasar.

Kunci Gitar Lagu Sumbawa Yayan - Pamendi Ate

Ku tari jangi pang kau C F Pamendi ate mu Dm  G Pangarap ku belo ke andi F Dm Kurang apa po aku ta G C Jina kalanye leng jangi F C...