A. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui persyaratan sanitasi pada suatu tempat hiburan
2. Mahasiswa dapat menilai kualitas sanitasi suatu tempat hiburan
B. Dasar Teori
Pengertian sanitasi adalah sesuatu cara untuk mencegah berjangkitnya suatu penyakit menular dengan jalan memutuskan mata rantai dari sumber. Sanitasi merupakan usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada penguasaan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan (Azwar,1990).
Sanitasi lingkungan bertujuan untuk mencegah diri sendiri maupun lingkungan untuk bersentuhan langsung dengan kotoran atau bahan buangan/limbah lainnya. Ini berarti bahwa sanitasi lingkungan adalah segala sesuatu yang merupakan upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan kita. Misalnya membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengolahan sampah dengan baik. Dengan ini sampah tidak menumpuk di sekitar tempat kita tinggal dan menjadi masalah baru yang berdampak negatif terhadap kesehatan orang-orang di lingkungan kita.
Pantai Depok adalah sebuah pantai yang terletak di selatan kota Bantul, Yogyakarta dan berada di sebelah barat pantai yang sudah terlebih dahulu dikenal masyarakat luas yaitu pantai Parangtritis,( Rasimunway,2013). Beberapa dari kawasan pantai tersebut digunakan untuk kegiatan pariwisata, dan berkembang pesat menjadi kawasan padat dengan berbagai aktivitas seperti hotel, pondok wisata, restoran, rumah makan, bar dan sarana penunjang kegiatan pariwisata lainnya.
Peningkatan aktivitas masyarakat dapat menimbulkan pencemaran, menganggu keseimbangan dan kelestarian pesisir dan laut. Laut sama dengan ekosistem lainnya memiliki daya homeostatis yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan dan merupakan ekosisitem perairan yang memiliki daya dukung (carrying capacity) untuk memurnikan diri (self purification) dari segala gangguan yang masuk ke dalam badan-badan perairan tersebut,( Ary,2005). Pada kenyataanya, perairan pesisir merupakan penampungan (storage system) akhir segalajenis limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (Dahuri, 2001). Laut menerima bahan-bahan yang terbawa oleh air dari pengunjung pariwisata baik berupa sampah oerganik maupun anorganik dan masih banyak lagi bahan yang terbuang ke laut (Darmono, 2001). Jika beban yang diterima oleh perairan telah melampaui daya dukungnya maka kualitas air akan turun dan ini menjadi permasalahan akan kualitas sanitasi di tempat pariwisata tersebut,(Sundra,2006).
C. Metode
1.Observasi
2. Wawancara
D. Cara Kerja
1. Mahasiswa melakukan kunjungan kesuatu tempat hiburan atau wisata
2. Mahasiswa melakukan observasi tentang kondisi sanitasi di tempat hiburan atau wisata
3. Mahasiswa melakukan wawancarauntuk melengkapidan menguatkan hasil observasi
4. Mahasiswa membuat penilaian tentang kondisi sanitasi tempat hiburan
E. Tabel Observasi / Pengamatan
NO
|
Item Pengamatan
|
Kriteria
|
Keterangan
|
1
|
Persyaratan air bersih
|
Kondisi air
|
Masih kurang bersiih
|
|
|
Persedian air
|
Cukup baik
|
2
|
Pembuangan sampah
|
Ketersediaan bak sampah
sementara
|
Ada
|
|
|
Kondisi Bak Sampah
|
Cukup baik
|
|
|
Pengambilan sampah dari
Bak sampah
|
Jarang
|
3
|
Pembuangan kotoran
Manusia
|
Ada tanda KM untuk wanita dan pria
|
Ada
|
|
|
Kondisi Kamar Mandi
|
Cukup baik
|
4
|
Pembuangan air limbah
|
Saluran pembuangan air
|
Ada
|
|
|
Muara pembuangan
Limbah
|
Ada
|
5
|
Persyaratan hyegene atau sanitasi makanan dan minuman yang terdapat di kantin dan restoran
|
Kondisi makanan ( kesegaran, kebersihan, dan pengemasan
|
Cuku Baik
|
|
|
Penyediaan tempat pembuangan sampah
|
Ada Tapi belum memadai
|
|
|
Kebersihan tempat berjualan
|
Masih kurang
|
|
|
Kondisi pencucian piring dan gelas
|
Masih kurang
|
|
|
Kondisi air yang di gunakan
|
Masih kurang
|
6
|
Surat izin pendirian
|
Ada izin pemerintah daerah
|
Ada
|
|
|
Letak sesuai perencanaan daerah setempat
|
Ya
|
|
|
Mudah di capai oleh kendaran
|
Ya
|
7
|
Tempat parkir
|
Terjangkau Aman dan penerangan nya cukup
|
Ya
|
F. Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang dilakukan di pantai depok bahwa kualitas sanitasi yang ada di pantai tersebut masih kurang,hal ini di dukung dengan masih belum lengkapnya fasilitas seperti sarana tempat pembuangan sampah dan juga masih kurang nya partisipasi pengunjung wisata pantai dengan masih adanya pengunjung yang membuang sampah sembarangan, sehingga dampak yang timbul yaitu sarang penyakit, polusi pada air dan tanah, kerusakan dan membahayakan lingkungan dan berdampak bagi pariwisata. Selain itu juga fasilitas lain nya yaitu seperti kamar mandi,kualitas air dan saluran pembuangan limbah nya masih belum memenuhi syarat. Hal ini musti menjadi permasalahan yang penting bagi pemerintah daerah untuk bagaimana menjadikan pantai depok menjadi pantai yang memenuhi syarat dari segi aspek kesehatan dan lingkungannya. Pantai depok ialah salah satu wisata yang banyak di datangi oleh pengunjung pada saat hari libur. Aktivitas dari pengunjung dipantai tersebut yang sangat padat banyak menghasilkan sampah baik seperti sampah botol,tas plastik,dan lain-lain yang sulit untuk di uraikan dan bahkan sampah tersebut dibuang kelaut. Jadi Secara keseluruhan komposisi sampah yang dihasilkan berbagai aktivitas pengunjung di pantai depok tersebut,yaitu non organik lebih tinggi dari sampah organik yang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengurainya.
Pantai depok juga memiliki kuliker seefood yang sangat terkenal dikalangan pengunjung karena di pantai depok juga tersedia pasar ikan yaitu tempat para pengujung bebas membeli ikan yang ingin dimakan. Tetapi Persyaratan hyegene atau sanitasi makanan dan minuman yang terdapat di restoran masih belum memenuhi syarat hal ini dapat dilihat dari Penyediaan tempat pembuangan sampah masih belum tersedia atau memadai, Kebersihan tempat berjualan juga masih belum optimal, Kondisi pencucian piring dan gelas masih belum bersih atau masih kurang,dan Kondisi air yang di gunakan untuk memasak masih menggunakan air sumur yang mungkin kadar dari bakteri nya tinggi.dari asfek-asfek diatas hal ini menjadi permasalahan yang sangat perlu ditangani dengan segera karena akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Persepsi masyarakat di pantai depok yang paling banyak tentang pencemaran yaitu menyebabkan timbulnya sarang penyakit, polusi pada air dan tanah, kerusakan dan membahayakan lingkungan dan berdampak bagi pariwisata. Penyebab paling dominan pencemaran yaitu kurangnya kesadaran bersama baik pengunjung maupun masyarakat disana akan kebersihan lingkungan. Dampak limbah cair dan padat terhadap lingkungan, yaitu berkembangnya bibit penyakit, menimbulkan bau, polusi udara. Sedangkan dampak limbah cair dan padat terhadap manusia paling dominan mengganggu kesehatan dan menimbulkan penyakit.
Upaya pelestarian lingkungan khususnya di kawasan pesisir dan laut di pantai depok secara rutin dan berkala adalah salah satu tindakan yang harus dilakukan oleh pemerintah dan berbagai aktivitas pengunjung wisata di pantai depok, harus di dukung dengan berbagai fasilitas yang optimal. Selain itu juga Diperlukan strategi dan langkah-langkah peningkatan upaya pelestarian lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan sebagai berikut. Pengelolaan limbah cair secara komunal/terpadu, penanganan sampah dengan metode 3R dan penyebaran fasilitas pengelolaan limbah. Melakukan audit lingkungan, evaluasi terhadap kualitas air limbah dan meningkatkan pengawasan pemantauan terhadap sumber pencemar. Pemberdayaan masyarakat di pantai depok sebagai fungsi kontrol, melakukan sosialisasi dan penegakan hukum yang tegas.
G. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dipantai depok kabupaten bantul dari segi kualitas sanitasinya yaitu masih kurang hal terlihat dari berbagai sarana dan prasarana yang menunjuang area wisata tentang kebersihan masih belum optimal seperti masih kurangnya tempat samapah,kualitas air bersihnya masih kurang serta sanitasi dari hygine sanitasi makanan dan minumannya masih belum optimal sehingga masih perlu perbaikan agar kualitas sanitasi di pantai depok tersebut lebih baik lagi. Selain itu juga Diperlukan strategi dan langkah-langkah peningkatan upaya pelestarian lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan sebagai berikut. Pengelolaan limbah cair secara komunal/terpadu, penanganan sampah dengan metode 3R dan penyebaran fasilitas pengelolaan limbah
2. Saran
- PEMDA dan masyarakat di pantai depok sebaiknya melakukan upaya pengelolaan limbah secara terpadu, melakukan koordinasi antar daerah, peningkatan pengawasan dan pemantauan secara rutin, penataan pembangunan sesuai RDTR, tindakan tegas berupa sanksi dan denda bagi pelanggar yang merusak lingkungan sehingga pantai dapat digunakan sesuai peruntukannya dan berkelanjutan.
- Perlu upaya peningkatan kesadaran masyarakat di pantai depok melalui sosialisasi/penyuluhan, pendidikan dasar, kursus, seminar dan pelatihan keterampilan agar sampah-sampah dipantai bisa diolah dengan baik.
H. Daftar Pustaka
Ary, I.A. D.P. 2005. Pengaruh Alih Fungsi Lahan Sempadan Pantai Terhadap Karakteristik dan Keaneka Ragaman Flora dan Fauna di Kawasan Pantai Berawa, Kuta dan Kedonganan. Pascasarjana Ilmu Lingkungan. Udayana. Denpasar.
Azwar, Azrul. (1990). Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Mutiara
Dahuri, R. Jacub, R. Sapta, P.G dan J, Sitepu. 2001. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu.Pradnya Paramita. Jakarta
Darmono. 2001 Lingkungan Hidup dan Pencemaran Hubungannya dengan Toksikologi Senyawa Logam. Universitas Indonesia. Jakarta.
diakses hari selasa 06 januari 2015 pukul 23.14
Sundra, I.K, 2006. Kualitas Air Bawah Tanah di Wilayah Pesisir Kabupaten Badung. Jurnal Ecotropic. ISSN 1907-5626. Volume 1. Nomor 2. Unud. Denpasar.